
Dilansir dari majalah Pewara Dinamika Edisi April 2022, pada 2022 terdapat 9.237 sekolah yang tergabung di dalam Sekolah Penggerak. Dari jumlah ini, terdapat 2.032 sekolah PAUD, 4.188 SD, 1.801 SMP, 1.010 SMA, dan 206 SLB. Data tersebut menunjukkan keseriusan Kemdikbud dalam menjalankan program Sekolah Penggerak. Program ini merupakan langkah nyata Kemendikbud untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan negara yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara menyeluruh yang mencakup karakter dan kompetensi (literasi dan numerasi). Program ini bertekad mengakselerasi sekolah di Indonesia untuk melangkah lebih maju. Pelaksanaan program ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, utamanya Kepala Sekolah dan Guru.
Apa yang dapat dilakukan guru? Guru dapat menjadi pelopor dalam percepatan perbaikan ekosistem pembelajaran di sekolah. Ekosistem ideal dalam sekolah melibatkan siswa aktif-partisipatif dalam setiap kegiatannya. Inovasi bahan dan teknik ajar sebagai salah satu jalan pintas percepatan tersebut.
Inovasi teknik mengajar mulai bangkit dan dirasakan kebutuhannya selama masa pandemi Covid-19. Perkembangan teknologi pendidikan secara masif mendukung guru untuk menjadi sosok pengajar yang cakap dan Inovatif. Guru dipermudah dalam menyajikan ragam materi dengan cara yang lebih menyenangkan. Penggunaan platform belajar yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun dapat memunculkan kemandirian belajar pada siswa. Proses belajar yang demikian diharapkan mampu memunculkan nilai kemandirian, kedaulatan, dan kepribadian berbasis Pancasila sesuai falsafah Merdeka Belajar.
Sumber :
https://issuu.com/unyofficial/docs/pewara_dinamika_juni_2022, diakses 04 Oktober 2022
https://psp-web.pauddikdasmen.kemdikbud.go.id/, diakses 04 Oktober 2022
