
Orang tua berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua menjadi sekolah pertama bagi anak karena orang tua berperan dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai yang ditanamkan orang tua kepada anak akan diikuti dan dianut oleh anak. Anak-anak merupakan peniru ulung, sehingga sikap dan perilaku orang tua akan diserap dan ditiru oleh anak-anaknya.
Oleh karena peran penting tersebut, orang tua harus senantiasa berusaha memberikan contoh positif kepada anak-anaknya. Contoh-contoh positif tersebut meliputi nilai-nilai pengetahuan, agama, norma, dan sosial masyarakat. Sebagai contoh, orang tua dapat menanamkan kebiasaan mengucapkan kata tolong, maaf, dan terima kasih. Kebiasaan baik ini dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini.
Penanaman kebiasaan tersebut akan berpengaruh besar dalam proses pembangunan karakter anak, terutama ketika mereka memasuki usia sekolah. Di lingkungan sekolah, anak-anak akan terbiasa bersikap sopan, bertanggung jawab, dan mandiri. Sekolah berperan memperkuat karakter anak sehingga menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, orang tua dan sekolah dapat bersama-sama membentuk karakter anak.
Proses pendidikan anak di rumah bersama orang tua menghadapi banyak tantangan. Tantangan ini dapat berasal dari dalam keluarga atau dari luar keluarga. Contoh tantangan yang berasal dari dalam keluarga, yaitu orang tua tidak bersikap konsisten ketika memberikan teladan. Ada satu ungkapan yang sebaiknya selalu kita ingat: ”Satu teladan lebih bermakna daripada seribu nasihat.” Apa artinya? Perilaku orang tua yang dilihat anak akan lebih diteladani daripada nasihat yang mungkin tidak akan didengar atau diperhatikan. Oleh karena itu, orang tua hendaknya selalu memberikan contoh yang baik, tidak menyalahkan anak, dan kompak dalam mengasuh anak.
Selanjutnya, tantangan yang berasal dari luar keluarga yaitu pengaruh media sosial. Penggunaan media sosial oleh anak harus selalu diawasi dan dikendalikan orang tua. Tanpa pengawasan orang tua, anak akan dengan mudah menyerap atau meniru apa pun yang mereka lihat di media sosial karena menganggap perbuatan tersebut dapat dibenarkan.
Begitu pentingnya peran orang tua bagi pendidikan anak di rumah dengan segala tantangannya. Lalu, apa yang dapat dilakukan orang tua dalam perannya sebagai pendidik anak saat di rumah? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua ketika mendampingi proses belajar anak di rumah.
- Memahami gaya belajar anak.
- Membuat jadwal kegiatan anak yang harus selalu dipatuhi untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab anak.
- Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
- Mengajak anak untuk melakukan refleksi diri setelah kegiatan belajar selesai.
Tidak sulit, bukan? Apakah Bapak/Ibu mempunyai tips lain?
I. Sekarputih
Sumber:
http://web.archive.org/web/20220116124255/https://media.neliti.com/media/publications/81957-ID-keluarga-sebagai-basis-pendidikan-pertam.pdf, diakses 4 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20210211091415/https://kumparan.com/zahra-chairani-yogaswara/peran-orang-tua-sebagai-guru-pertama-dalam-pendidikan-anak-usia-dini-1v9LqVUJVqs, diakses 4 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20221007024033/https://issuu.com/yhonadebora8/docs/buku_panduan_orang_tua_dalam_mendampingi_anak_bela,diakses 5 Oktober 2022
