
(Gambar: https://pixabay.com/id/photos/rintisan-buku-catatan-kreatif-593324/, diunduh 12 Oktober 2022)
Pernahkah kamu melakukan asesmen mandiri? Asesmen mandiri merupakan penilaian yang kamu lakukan terhadap dirimu sendiri. Umumnya, asesmen (penilaian) dilakukan oleh bapak/ibu guru di kelasmu. Padahal sebenarnya, secara mandiri kamu dapat menilai kinerjamu, misalnya hasil belajarmu. Kamu dapat menentukan sendiri kriteria capaian pembelajaran atau kompetensi yang ingin kamu ukur. Asesmen mandiri dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.
Pertama, kamu dapat membuat asesmen dengan caramu sendiri. Berbagai cara dapat kamu gunakan untuk melakukan penilaian. Cara tersebut misalnya menentukan kecepatanmu dalam memecahkan soal matematika. Saat kamu terlalu lama mengerjakan soal matematika, kamu akan terus berlatih sehingga kamu dapat mengerjakan soal dengan lebih cepat.
Kedua, kamu dapat menggunakan pola terstruktur seperti tes atau ujian singkat. Dengan cara ini, kamu dapat memeriksa kembali hal-hal yang sudah atau belum kamu lakukan selama proses pembelajaran. Kamu juga dapat memeriksa materi yang belum kamu kuasai dengan baik.
Ketiga, asesmen mandiri juga dapat kamu lakukan dengan mengisi kuesioner atau menjawab pertanyaan. Asesmen semacam ini dapat kamu peroleh dari buku, internet, atau aplikasi pembelajaran. Asesmen seperti ini lebih terpola dan terstruktur karena pertanyaan-pertanyaan yang ada secara khusus dirancang untuk mengukur pemahamanmu atau kemampuanmu. Dengan cara asesmen semacam ini, kamu seperti mengerjakan lembar ujian. Namun, bukan guru yang menilai lembar ujian itu, melainkan dirimu sendiri atau sistem secara otomatis.
Di Jelajah Ilmu, misalnya, kamu dapat membuat lembar ujian kemudian mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. Secara mandiri, kamu mengukur tingkat pemahamanmu. Kamu dapat mengetahui seberapa paham dirimu terhadap topik atau tema tertentu. Sistem akan secara otomatis menilai hasil ujianmu. Kamu dapat mengulangi lagi ujianmu itu, sehingga kamu dapat mengetahui jawaban yang benar. Dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran ini, kamu dapat meningkatkan pemahamanmu secara mandiri. Kamu dapat melihat fitur ini selengkapnya pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=q79MX5BAYeA.
Ketika menilai diri sendiri, kamu dapat mengendalikan proses belajarmu. Kamu dapat mengetahui kapan kamu harus sering bertanya. Ketika menyadari bahwa kamu harus bertanya kepada gurumu, kamu harus harus segera mengajukan pertanyaan. Dengan bertanya, kamu membantu gurumu mengetahui sejauh mana pemahamanmu atas materi pembelajaran. Kamu dapat membaca kembali atau mengulangi materi yang sudah ada. Dengan demikian, kamu menjadi pembelajar aktif, bukan lagi pasif.
Asesmen mandiri terdengar mudah dilakukan. Namun, jenis penilaian ini sebenarnya memerlukan banyak latihan. Tanpa latihan, kamu dapat terjebak dalam penilaian yang tidak akurat. Kamu mungkin saja memberikan penilaian yang terlalu tinggi atau terlalu rendah atas kemampuanmu. Nah, kamu dapat melatih empat hal berikut untuk membantumu menilai diri sendiri secara akurat.
- Refleksi kemajuan dan perkembanganmu secara objektif.
- Identifikasi kesenjangan antara pemahaman dan kemampuanmu.
- Sadari cara meningkatkan kinerja, pemahaman, atau pengetahuanmu.
- Belajar mandiri dan berpikir kritis.
Agung Tri Haryanta
Sumber:
http://web.archive.org/web/20221006071711/https://www.teaching.unsw.edu.au/self-assessment, diakses 11 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20220618115930/https://teaching.cornell.edu/teaching-resources/assessment-evaluation/self-assessment, diakses 11 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20221003144835/https://www.edutopia.org/practice/mastering-self-assessment-deepening-independent-learning-through-arts, diakses 11 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20220622170259/https://www.educationcorner.com/helping-students-self-assessment.html, diakses 11 Oktober 2022
