Stop Perundungan (Bullying), Berikut Tindakan yang Harus Dilakukan Guru

Perundungan (bullying) di sekolah harus diatasi secara serius oleh guru. (Gambar: https://www.pexels.com/photo/a-boy-in-gray-sweater-getting-bullied-7929447/, diunduh 19 Desember 2022)

Tidak dipungkiri bahwa hingga saat ini perundungan (bullying) masih banyak ditemukan, khususnya di lingkungan sekolah. Perundungan merupakan segala bentuk penindasan, baik secara verbal maupun nonverbal yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang atau kelompok secara terus menerus. Pada dasarnya, perilaku perundungan di sekolah harus ditangani secara serius oleh para guru. Terdapat dampak negatif yang serius bagi korban, jika perilaku tersebut tidak ditangani dengan baik. Dampak  yang akan dirasakan korban pun beragam, mulai dari depresi, gangguan kecemasan lain, hingga menurunnya prestasi di sekolah.

Sebagai guru, Anda tidak hanya dituntut untuk bisa mengajar. Seringkali Anda juga dihadapkan dengan berbagai permasalahan di lingkungan sekolah, seperti adanya perundungan yang dialami peserta didik. Apa saja langkah yang bisa dilakukan jika salah satu peserta didik memberitahu Anda bahwa ia mengalami perundungan? Jika dihadapkan dengan permasalahan tersebut, Anda dapat melakukan tindakan-tindakan berikut.

  1. Tunjukkan empati dan berterima kasihlah pada anak tersebut karena telah berani melapor kepada guru.
  2. Tanggapi dengan serius, selanjutnya tanyakan kepada anak tentang apa yang dapat dilakukan untuk membuat dia merasa aman.
  3. Beri motivasi kepada anak agar ia berani membela diri dan mengatakan tidak suka jika dirundung oleh temannya.
  4. Bicaralah dengan setiap anak yang terlibat dalam situasi ini secara terpisah. Hindari menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki mereka.
  5. Ambil tindakan pada pelaku perundungan. Beritahu si anak, orang tuanya, dan teman sekelas mengenai perkembangan kasusnya, tetapi Anda harus tetap menghormati semua pihak yang terlibat.
  6. Anda dapat meminta bantuan pihak internal sekolah seperti guru konseling, atau pihak eksternal seperti psikolog apabila menghadapi masalah perundungan berat.

Setelah menerapkan tindakan-tindakan tersebut, Anda selanjutnya dapat melakukan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah dengan cara sebagai berikut.

  1. Sosialisasikan kepada peserta didik tentang dampak negatif perundungan, baik bagi orang lain maupun diri sendiri. Anda juga dapat bertukar informasi antarguru terkait cara mengatasi perundungan peserta didik.
  2. Buatlah pedoman yang tegas dan jelas terkait perundungan, serta kesepakatan dengan peserta didik tentang konsekuensi saat melakukan perundungan.
  3. Arahkan peserta didik untuk menciptakan iklim kelas yang hangat dan positif, hubungan antarteman yang saling mendukung, dan melibatkan semua peserta didik dalam melakukan kegiatan di kelas.
  4. Perhatikan anak-anak yang lebih rentan terhadap perundungan, termasuk anak baru atau pindahan, anak yang secara fisik lebih lemah, anak disabilitas, dan anak yang sering mengeluh karena dirundung oleh teman-temannya.
  5. Berikan motivasi kepada anak-anak yang rentan terhadap perundungan untuk berinteraksi secara lebih aktif.
  6. Libatkan setiap peserta didik untuk bermain peran (role play) dalam menghadapi dan melawan perundungan.
  7. Yakinkan peserta didik bahwa Anda bersedia membantu dan memberikan perlindungan jika ada yang mengalami perundungan di sekolah.
  8. Selalu libatkan orang tua atau wali peserta didik dalam meningkatkan kesadaran dan cara mengambil tindakan yang disepakati terhadap pelaku perundungan.

Itulah berbagai tindakan yang perlu diperhatikan Bapak/Ibu Guru dalam mencegah dan mengatasi perundungan. Dengan menerapkan tindakan-tindakan tersebut, Anda telah ikut serta dalam upaya menciptakan gerakan anti perundungan (bullying) di sekolah.

Salma Bela

Sumber: http://web.archive.org/web/20221130040248/https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/tips-untuk-guru-mengatasi-bullying, diakses 12 Desember 2022