Cara Membaca dan Memahami Rapor Pendidikan

Platform rapor pendidikan. Gambar: https://bbpmpjateng.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/04/rapor.png, diunduh 2 Januari 2022

Rapor Pendidikan menampilkan hasil asesmen dan survei nasional suatu satuan pendidikan atau daerah.  Untuk saat ini, pengguna yang dapat mengakses Rapor Pendidikan hanyalah kepala dan operator satuan pendidikan serta pejabat dinas pendidikan daerah yang ditunjuk. Kedua pengguna ini dapat menjadikan Rapor Pendidikan sebagai acuan dalam mengidentifikasi masalah, merefleksikan akar masalah, dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan daerah untuk memanfaatkan hasil Rapor Pendidikan. Oleh karena itu, kedua pengguna ini harus memahami hasil Rapor Pendidikan.

Hasil Rapor Pendidikan dibuat dan dijabarkan secara ringkas dan sederhana. Para pengguna Rapor Pendidikan hanya perlu memiliki kemampuan statistik dasar untuk dapat melakukan analisis data yang disajikan. Profil pendidikan dasar, menengah, dan anak usia dini dibagi menjadi beberapa bagian besar yang disebut dimensi. Setiap dimensi dikodekan dengan huruf kapital (A, B, C, D, dan E). Kemudian, setiap dimensi memuat dua jenis level indikator yang disebut indikator level 1 dan indikator level 2.

Indikator level 1 dikodekan dengan gabungan dimensi dan penomoran indikator. Misalnya, pada pendidikan dasar, indikator literasi murid dikodekan menjadi A.1. Beberapa indikator level 1 memiliki beberapa indikator lagi di bawahnya yang disebut indikator level 2. Indikator level 2 ini dikodekan dengan kode indikator level 1 ditambah penomoran indikator level 2. Misalnya, di bawah indikator level 1 literasi murid (A.1), ada indikator level 2, yaitu kemampuan memahami bacaan informasional (nonfiksi) dengan kode A.1.1.

Untuk dapat membaca hasil Rapor Pendidikan, pengguna juga dapat melihat label capaian dalam bentuk spektrum warna. Ada empat warna, yaitu biru (sangat baik), hijau (baik), kuning (cukup), dan merah (kurang). Di dalam spektrum warna itu terdapat interpretasi spektrum warna yang diberikan. Di bawah spektrum warna terdapat angka-angka yang membandingkan nilai satuan pendidikan pengguna dan satuan pendidikan lain pada jenjang yang sama.

Hasil rapor pendidikan. (Gambar: Screenshot_2022-05-27_111513.jpg (1429×576) (kemdikbud.go.id), diunduh 2 Januari 2023)

Pengguna juga perlu menganalisis indikator-indikator di bagian input. Bagian input menampilkan hal-hal yang mendukung proses belajar mengajar. Selain itu, ada indikator-indikator di bagian proses. Bagian ini menampilkan faktor-faktor yang mendukung perbaikan mutu atau hasil pembelajaran. Dengan memahami kedua bagian ini, pengguna dapat mencari akar permasalahan dari rendahnya hasil Rapor satuan pendidikan.

Sebagai contoh, bila hasil literasi dan numerasi di satuan pendidikan rendah, pihak sekolah dapat mencoba menganalisis indikator-indikator di bagian input dan proses untuk mencari akar masalah yang menyebabkan rendahnya literasi dan numerasi. Kemudian, sekolah dapat melakukan perencanaan berbasis data tersebut dengan dibantu bimbingan dari tim Rapor Pendidikan. Pengawas satuan pendidikan juga akan mendampingi proses penggunaan rapor satuan pendidikan dalam perencanaan berbasis data. Dengan memahami makna uraian setiap indikator, sekolah dapat menentukan rencana peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan kondisi yang ada.

Pengguna perlu memahami bahwa Rapor Pendidikan bukan merupakan laporan prestasi satuan pendidikan. Rapor Pendidikan merupakan gambaran representatif satuan pendidikan. Apabila satuan pendidikan sudah mendapatkan hasil yang baik, pengguna dapat melakukan peningkatan hasil penilaian indikator Rapor Pendidikan dengan membuat inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan hasil penilaian pada tahun berikutnya.

Agung Tri Haryanta

Sumber:

Pusat Asesmen Pendidikan. 2022. Buku Panduan Capaian Hasil Asesmen Nasional untuk Satuan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek

https://pusatinformasi.raporpendidikan.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6545691957529-Bagaimana-Cara-Memaknai-atau-Membaca-Hasil-dari-Rapor-Pendidikan-, diakses 30 Desember 2022

https://pusatinformasi.raporpendidikan.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6545648933401-Hasil-Nilai-Rapor-Pendidikan, diakses 30 Desember 2022

https://pusatinformasi.raporpendidikan.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6545482510873-Indikator-Dalam-Rapor-Pendidikan, diakses 30 Desember 2022

http://web.archive.org/web/20221213025804/https://www.sman9batam.sch.id/berita/detail/427267/rapor-pendidikan-dan-cara-merancang-kegiatan-pada-arkas-sesuai-dengan-hasil-profil-pendidikan-pada-satuan-pendidikan/, diakses 30 Desember 2022

https://pusatinformasi.raporpendidikan.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6544732320153-Siapa-Pengguna-Rapor-Pendidikan, diakses 30 Desember 2022