
「Penyusun」
- Mulyono
- Ennels Poull Noelik
- Immanuel Bobby Sabar
- Yusuf Ratmoko
| Kelas | : IX |
| Halaman | : 184 |
| Ukuran (cm) | : 21 x 29,7 |
| Kertas Isi | : HVS 70 gsm |
| Kertas Kover | : AC 210 gsm |
| Warna Isi | : FC |
| Warna Kover | : FC |
| Finishing | : Perfect Binding |
| Harga | : – |
| Tahun Terbit | : 2026 |
「Deskripsi」
Fisika untuk SMP Kelas IX
Sekitar abad ke-17, atom dipercaya sebagai bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi. Pendapat itu berasal dari teori atom yang dikemukakan oleh Democritus, seorang filsuf Yunani. Pendapat itu bertahan hingga abad-18 saat munculnya berbagai teori tentang atom dari para ilmuwan. Beberapa ilmuwan seperti John Dalton, J.J. Thomson, Rutherford, dan Niels Bohr mencoba mengungkap rahasia atom melalui teori-teori atomnya. Meskipun terdapat kelemahan pada setiap teori atom yang dikemukakan oleh para ilmuwan tersebut, sumbangan mereka terhadap dunia sains pantas mendapatkan apresiasi.
Dengan semakin berkembangnya sains dan teknologi, atom pun makin menemukan jati dirinya. Hal ini ditandai dengan lahirnya teori atom modern yaitu teori atom mekanika kuantum. Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926). Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman, Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian. Werner mengungkapkan bahwa: “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara saksama pada saat bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”. Daerah atau ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger. Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang yang menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum. Model atom inilah yang berlaku hingga saat ini.
Penelitian tentang atom pun terus berlanjut hingga ditemukannya zarah-zarah yang lebih kecil daripada partikel atom. Ahli fisika Amerika Serikat, Murray Gell-Mann mengemukakan bahwa proton dan neutron pada atom terdiri atas zarah-zarah yang lebih kecil lagi yang dinamakan quark. Ahli fisika Amerika lainnya, George Zweig juga mengemukakan teori yang sama, akan tetapi butir-butir itu dinamakan as. Lebih lanjut Murray mengungkapkan, suatu proton terdiri atas dua buah quark, yaitu quark atas bermuatan ± 2/3 dan quark bawah bermuatan -1/3. Proton bermuatan +1. Neutron terdiri atas satu quark atas dan dua quark bawah sehingga muatannya O. Suatu zarah yang terjadi dari beberapa quark dinamakan hadron sehingga proton dan neutron adalah suatu hadron. Suatu hadron yang terdiri atas tiga quark dinamakan Baryon. Suatu hadron yang terdiri atas dua quark disebut suatu meson. Kedua quark sebenarnya berlawanan sehingga disebut anti quark. Quark adalah penyusun dasar benda.
Kombinasi jumlah proton, elektron, dan neutron membentuk sebuah unsur. Dalam setiap unsur, proton dan neutron membentuk nukleus. Sementara elektron berada di sekitar nukleus tersebut. Nah, quark adalah materi penyusun proton, elektron, dan neutron tersebut. Ada enam jenis quark yang telah dikenali, yaitu: quark atas (up), bawah (down), menarik (charm), aneh (strange), puncak (top), dan dasar (bottom). Umumnya tiga quark membentuk nukleon (proton dan neutron). Dua quark atas dengan satu quark bawah membentuk proton, sementara satu quark atas dengan dua quark bawah membentuk neutron.
Hingga saat ini, quark merupakan zarah terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Pada suatu ketika teori ini akan tumbang manakala teori baru ditemukan. Demikianlah cara sains berkembang.
