Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Giatkan pendidikan antikorupsi merupakan upaya pemberantasan korupsi sejak dini. (Gambar: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Guyub_Resik-Resik_Keraton.jpg, diunduh 28 Desember 2022)

Pendidikan merupakan kunci utama bagi suatu negara untuk unggul dalam persaingan global. Sumber Daya Manusia (SDM) cerdas dan berkarakter merupakan prasyarat terbentuknya peradaban tinggi. Sebaliknya, SDM berkualitas rendah akan menghasilkan peradaban yang kurang baik. 

Salah satu ciri SDM berkualitas tinggi yaitu bermental antikorupsi. Sikap antikorupsi harus ditanamkan dan diajarkan sejak dini. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan bahwa pendidikan antikorupsi di sekolah menjadi salah satu upaya pemberantasan korupsi sejak dini. Ganjar juga mengajak pihak sekolah untuk secara kreatif mengajarkan pendidikan antikorupsi kepada para siswa. Ganjar menilai, setiap pelajaran bisa menjadi sarana untuk memasukkan pendidikan antikorupsi.

“Edukasi itu mulai dari pelajar, sekolah, ya. Kita tanda tangan bersama bupati/wali kota, agar mencoba menginternalisasikan pendidikan antikorupsi di level sekolah,” kata Ganjar, saat hadir pada peringatan road to Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Negara Grahadi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kamis (1/12/2022). Ganjar menilai, pendidikan antikorupsi di sekolah tidak perlu dimasukkan dalam kurikulum khusus. Nilai kejujuran itu bisa disisipkan dalam pelajaran di sekolah, baik melalui pendidikan maupun cara belajar yang kreatif. “Nggak perlu dengan kurikulum khusus, pendidikan agama menjelaskan itu, pendidikan PKN menjelaskan itu, mungkin matematika kalau gurunya kreatif bisa juga melakukan pendidikan antikorupsi lebih kreatif, inovatif, agar banyak media atau cara dipakai untuk kampanye antikorupsi,” ujarnya dalam siaran pers

Ganjar juga mengungkapkan bahwa pendidikan antikorupsi bisa diberikan melalui komunikasi kreatif lain, seperti melalui media sosial, kaos, atau berbagai media seperti stiker dan lainnya. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mencatat, sampai saat ini sudah ada 23 SMA dan SMK negeri yang mempraktikkan pendidikan anti korupsi, yaitu SMAN 2 Salatiga, SMAN 15 Semarang, SMKN 1 Purwodadi Kabupaten Grobogan, SMKN 2 Kendal, dan SMKN Jateng Kota Semarang. Ada juga SMAN 1 Pati, SMKN 2 Jepara, dan SMKN Jateng Kabupaten Pati. Selanjutnya, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Karanganyar Kabupaten Karanganyar, SMKN 1 Wonosegoro Kabupaten Boyolali, dan SMKN 2 Sukoharjo. Kemudian, ada SMAN 1 Magelang Kota Magelang, SMAN 1 Purworejo, SMKN 1 Gombong Kebumen, SMKN 1 Temanggung, SMAN 1 Sigaluh Banyumas, SMKN 1 Purwokerto Banyumas, SMKN Jateng Kabupaten Purbalingga, SMAN 1 Pekalongan Kota Pekalongan, SMAN 1 Brebes, SMKN 2 Pekalongan Kota Pekalongan, dan SMAN 1 Slawi Kabupaten Tegal.

Pada kesempatan yang sama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, menyampaikan, pemberantasan antikorupsi juga perlu dilakukan di instansi pendidikan dalam masyarakat. Firli menyebutkan, hal itu dilakukan  dengan penanaman integritas melalui program pendidikan di masyarakat.

SURYATMI

Sumber :

https://web.archive.org/save/https://jatengprov.go.id/publik/sudah-dipraktikkan-di-23-sma-smk-di-jateng-ganjar-sebut-pendidikan-antikorupsi-di-sekolah-efektif/ diakses 28 Desember 2022

https://web.archive.org/save/https://regional.kompas.com/read/2022/12/01/17395391/ganjar-ajak-sekolah-kreatif-giatkan-pendidikan-antikorupsi  diakses 28 Desember 2022

https://web.archive.org/save/https://www.detik.com/jateng/jawa-tengah-meriah/d-6437964/ganjar-ajak-sekolah-untuk-kreatif-terapkan-pendidikan-antikorupsi diakses 28 Desember 2022