Pemprov Kalimantan Tengah Tingkatkan Minat Baca Melalui Inovasi Literasi

Perpustakaan yang nyaman akan menarik pengunjung untuk datang. (Gambar: https://www.pexels.com/photo/girl-in-school-uniform-lying-on-book-shelf-and-reading-10638226/, diunduh 5 Desember 2022)

Terciptanya sumber daya manusia yang unggul tentu menjadi cita-cita semua bangsa, termasuk Indonesia. Sebagai upaya mencapai cita-cita tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai kegiatan di bidang pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Salah satunya dengan menciptakan budaya baca di masyarakat. Budaya baca diartikan sebagai suatu kebiasaan atau tindakan seseorang untuk membaca secara sukarela dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tahap paling awal menciptakan budaya baca yaitu dengan menumbuhkan minat baca pada seseorang atau kelompok.

Upaya ini telah dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Provinsi Kalimantan Tengah. Disperusip Kalimantan Tengah mulai mendorong masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa dengan berbagai kegiatan terkait literasi. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan melalui festival literasi daerah, peningkatan sarana penunjang perpustakaan, dan transformasi perpustakaan berbasis teknologi digital.

Pada festival literasi daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memfokuskan pada berbagai kegiatan untuk menciptakan minat baca, seperti lomba menulis literasi, lomba video resensi buku, dan lomba literasi challenge. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pelajar, tetapi seluruh masyarakat boleh ikut serta memeriahkannya. Tujuannya agar jangkauan hasil kegiatan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga budaya baca bisa terwujud secara lebih merata dan optimal. Kegiatan ini pun kian inovatif dengan pemanfaatan teknologi informasi seperti penggunaan media sosial untuk promosi dan menerbitkan karya peserta.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berupaya menumbuhkan budaya membaca dengan meningkatkan sarana penunjang Perpustakaan Daerah. Peningkatan sarana oleh Disperpusip yaitu menambah dan memperbaiki ruang baca, menambah rak buku dan AC di setiap ruangan, serta menambah jumlah koleksi buku. Tidak hanya itu, Perpustakaan Daerah pun dibuat lebih menarik dengan mengubah interior ruangan menjadi lebih kekinian. Perpustakaan yang ditata secara rapi dan nyaman diharapkan akan membuat setiap orang tertarik untuk berkunjung. 

Transformasi perpustakaan berbasis teknologi digital pun telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Disperpusip menyediakan perangkat penunjang seperti komputer yang bisa digunakan pengunjung perpustakaan untuk mencari sumber literasi digital. Perpustakaan juga dilengkapi dengan website yang dapat diakses oleh seluruh anggota untuk mencari dan meminjam buku secara lebih mudah.

Ragam upaya yang telah dilakukan oleh Disperpusip Kalimantan Tengah tersebut dapat Anda terapkan melalui program inovasi literasi di lingkungan sekolah. Anda dapat mengadaptasi berbagai upaya tersebut untuk meningkatkan minat baca, baik peserta didik maupun guru. Semakin besar minat baca yang terbentuk, akan berpengaruh terhadap meningkatnya budaya membaca di sekolah. Anda juga dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk terlibat secara aktif dalam menyukseskan gerakan literasi di sekolah. Sudah siapkah Anda melahirkan generasi melek literasi?

Salma Bela

Sumber:

https://web.archive.org/web/20221118102306/https://kalteng.antaranews.com/berita/605793/merangsang-tumbuhnya-budaya-membaca-melalui-inovasi-literasi, diakses 24 November 2022