Pendidikan Vokasi sebagai Jawaban Kebutuhan Dunia Industri

Pendidikan vokasi membekali lulusannya dengan keterampilan dan daya saing tinggi di dunia industri. (Foto: PT Penerbit Intan Pariwara)

Pendidikan vokasi merupakan penggabungan antara teori dan praktik secara seimbang dengan orientasi pada kesiapan kerja lulusannya. Kurikulum dalam pendidikan vokasi difokuskan pada sistem pembelajaran keahlian (apprenticeship of learning) pada kejuruan-kejuruan khusus (specific trades). Definisi tersebut merujuk kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkonsentrasi terhadap pembekalan kejuruan untuk mempersiapkan lulusan yang siap masuk ke dalam dunia kerja.

Pendidikan vokasi merupakan satu di antara upaya-upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terwujud oleh sejumlah SMK yang melakukan kolaborasi dengan dunia industri. Terjalinnya kerja sama antara SMK dan dunia industri diharapkan mampu menyerap lebih banyak lulusan ke dunia kerja.

Salah satu bentuk kerja sama antara SMK dan Industri adalah memberikan akses kepada siswa untuk melakukan Pelatihan Kerja Lapangan (PKL). PKL diselenggarakan di perusahaan yang sudah menjalin kesepakatan dengan sekolah. Program kolaborasi dengan pihak industri ini memberikan pelatihan bagi para siswa supaya siap menghadapi dunia kerja, serta menjadi lulusan berdaya saing tinggi.

Pendidikan vokasi dianggap berhasil, jika lulusan SMK terserap di dunia kerja. Hal itu ditandai dengan keterampilan lulusan sekolah yang menarik perhatian industri. Oleh  karena itu,sangatlah penting pendidikan vokasi didukung oleh seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam hal penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, pendidikan vokasi akan naik kelas, tak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga dapat mempercepat lulusan SMK memperoleh pekerjaan.

Kerja sama antara sekolah dan dunia industri harus dimbangi dengan kedisiplinan siswa saat melakukan PKL. Sikap yang baik, bertanggung jawab, dan disiplin menjadi tolok ukur sebuah perusahaan dapat menyerap alumni SMK yang sudah bekerja sama dengan sekolah. Ada beberapa kasus perusahaan tidak menyerap tenaga kerja alumni SMK dikarenakan faktor kedisiplinan siswa saat PKL. Oleh karena  itu peran guru, orang tua, dan lingkungan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter siswa.

Diperkirakan dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia mengalami bonus demografi. Banyak penduduk berada pada usia produktif. Hal ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan mengoptimalkan pendidikan demi mempersiapkan generasi siap kerja. Ditambah lagi, persaingan global akan semakin ketat dan permintaan pasar kerja semakin beragam namun spesifik. Vokasi industri merupakan salah satu jalan keluar bagi penyediaan tenaga kerja yang lebih baik.

Yohanes E. C

Sumber:

https://web.archive.org/web/20221125023831/https://jendela.kemdikbud.go.id/v2/fokus/detail/pendidikan-vokasi-di-smk-cetak-tenaga-kerja-siap-pakai-secara-global, diakses 25 November 2022

https://web.archive.org/web/20220707001015/https://siva.kemenperin.go.id/front/news/mengenal-program-pendidikan-vokasi-industri, diakses 25 November 2022

https://web.archive.org/web/20221125024152/https://www.vokasi.kemdikbud.go.id/read/b/kolaborasi-pendidikan-vokasi-industri-menjawab-tantangan-zaman, diakses 25 November 2022