
Kurikulum Merdeka merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2022/2023. Dalam implementasinya, kurikulum merdeka tidak langsung diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Kemendikbudristek terlebih dahulu melakukan percobaan di beberapa sekolah penggerak untuk mengevaluasi program tersebut. Sekolah penggerak pun dipilih dengan mempertimbangkan beberapa kriteria, misalnya fasilitas dan guru yang terlibat dalam pembelajaran.
Melalui laman resminya, Kemendikbudristek telah melakukan survei terhadap beberapa sekolah penggerak, salah satunya SMP Negeri 2 Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu guru di sekolah tersebut mengatakan bahwa kurikulum merdeka membuat guru lebih fleksibel dan kreatif dalam memberikan pembelajaran. Ini karena kurikulum merdeka lebih menekankan pembelajaran intrakulikuler yang mencakup konten interaktif untuk mengoptimalkan penguasaan materi peserta didik.
Dalam penerapan kurikulum merdeka, terdapat beberapa metode pembelajaran menarik yang dapat dipilih guru misalnya, project based learning. Metode pembelajaran ini dilakukan dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan penyelesaian masalah (problem solving) dan investigasi. Sebagai contoh, guru mengajak peserta didik ke taman untuk mengetahui manfaat keberadaan taman bagi lingkungan sekitar. Selain itu, peserta didik diajak untuk peduli lingkungan dengan menanam pohon dan mendaur ulang sampah secara bersama-sama.
Selain project based learning, guru dapat memilih metode pembelajaran flipped classroom. Metode flipped classroom menggabungkan pembelajaran sinkron (synchronous) dan askinkron (asynchronous). Pembelajaran sinkron dilakukan secara langsung di kelas dan pembelajaran asinkron dilakukan secara daring (online). Dalam menerapkan metode ini, guru dapat memanfaatkan keberadaan platform pendidikan untuk memudahkan dalam mengajar.
Salma Bela Megawati
Sumber:
https://gtk.kemdikbud.go.id/index.php/read-news/kurikulum-merdeka-menciptakan-kreativitas-dan-fleksibilitas-bagi-guru, diakses 04 Oktober 2022
