
Manusia terlahir secara potensial menjadi makhluk sosial. Artinya, manusia membutuhkan orang lain dalam keseharian. Manusia tidak mungkin menjalani kehidupan tanpa adanya bantuan orang lain. Hal tersebut yang mendorong manusia untuk terus berinteraksi dan berhubungan dengan sesamanya. Untuk menciptakan hubungan yang harmonis antarsesama, manusia harus memiliki jiwa sosial. Jiwa sosial dapat terbentuk seiring bertambahnya usia manusia. Namun, akan lebih baik apabila jiwa sosial sudah ditanamkan sejak dini.
Pernahkah Anda mendengar bahwa masa emas seseorang berada pada usia dini? Waktu tersebut merupakan saat terbaik untuk membentuk dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh manusia. Pada usia ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak dengan cepat. Kondisi ini menyebabkan anak menjadi lebih tanggap terhadap segala informasi yang diterimanya serta memiliki kepekaan tinggi tentang sesuatu yang dirasa. Anda sebagai orang tua, sebaiknya tidak melewatkan masa tersebut untuk mulai menanamkan jiwa sosial pada anak.
Aktivitas menanamkan jiwa sosial sejak dini ternyata sangat penting bagi anak. Aktivitas tersebut dapat membentuk pondasi perkembangan sosial anak agar menjadi pribadi yang berempati tinggi terhadap sekitarnya. Aktivitas itu juga dapat mengasah kemampuan sosial anak. Anak yang memiliki kemampuan sosial sedari kecil akan lebih pandai bergaul dan mampu menempatkan diri dengan baik di masyarakat. Selain itu, anak yang telah dibekali nilai sosial sejak kecil mempunyai kepekaan sosial lebih tinggi dibanding anak yang tidak memperolehnya. Kepekaan sosial ini yang mendorong anak menjadi individu suka menolong dan bertoleransi tinggi terhadap perbedaan.
Usaha menanamkan jiwa sosial pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengajak anak ikut serta dalam kegiatan sosial. Apa saja kegiatan sosial yang dapat menunjang perkembangan kepribadian anak? Berikut beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan bersama anak.
- Berbagi dengan Sesama
Anak kecil biasanya sulit berbagi dengan orang lain, terlebih untuk sesuatu yang disukainya. Namun, Anda dapat mengajarkan berbagi sejak dini. Dengan berbagi, anak belajar bersikap peduli dan empati terhadap sesamanya. Dengan kebiasaan berbagi, anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mementingkan diri dan menghargai orang lain.
- Bermain dengan Teman Sebaya
Anak sebaiknya sering diajak bermain bersama teman sebaya di luar rumah. Jangan biarkan anak bermain sendiri di rumah tanpa ada interaksi, terlebih hanya bermain game di gawai. Kegiatan bermain bersama teman sebaya mengajarkan anak untuk bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain beserta lingkungan sekitar. Selain itu, anak akan belajar dinamika sosial dalam permainan seperti bermain dengan adil dan jujur, mengakui kesalahan, menerima kekalahan, dan memaknai kemenangan dengan positif.
- Berperan menjadi Relawan
Jika usia sudah cukup, Anda dapat mengajak anak ikut berpartisipasi menjadi relawan dalam kegiatan sosial. Kemungkinan cukup sulit bagi anak untuk ikut melakukan tugas sosial yang belum pernah dicoba. Namun, momen tersebut dapat digunakan sebagai ajang menguji kemampuan anak dalam melihat dan merespon lingkungan sekitar.
Dari uraian di atas, Anda sudah mengetahui pentingnya menanamkan jiwa sosial anak serta berbagai jenis kegiatan sosial untuk mengasah kemampuan sosialnya. Anda dapat mengaplikasikannya kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Selamat mencoba.
Rofida Umaya
Sumber:
Khadijah, Jf, Zahrani Nurul. 2021. Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Teori dan Strateginya. Medan: CV. Media Kreasi Group.
http://web.archive.org/web/20221124014308/https://www.halodoc.com/artikel/kegiatan-sosial-anak-sejak-dini-pengaruhi-kehidupan-remaja, diakses 24 November 2022
http://web.archive.org/web/20221124014636/https://lifestyle.sindonews.com/read/939681/166/ini-pentingnya-menanamkan-jiwa-sosial-anak-anak-sejak-dini-1668262304?showpage=all, diakses 24 November 2022
