
(Gambar:https://pixabay.com/id/photos/sekolah-meksiko-kelas-5975244/, diunduh 27 Oktober 2022)
Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini dipengaruhi oleh teknologi yang semakin maju. Sistem pembelajaran Kurikulum Merdeka harus senantiasa disesuaikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung terhadap aspek kehidupan.
Selain teknologi, peran guru dalam Kurikulum Merdeka tidak kalah penting. Guru sebagai penggerak Kurikulum Merdeka diharuskan untuk mampu mengajar dan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Guru juga dituntut mampu menggunakan teknologi untuk menunjang peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Guru penggerak Kurikulum Merdeka merupakan guru yang kreatif, inovatif, dan terampil dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu memahami karakteristik atau cara belajar siswa secara menyeluruh. Dengan kurikulum ini, guru diharapkan dapat memahami karakter siswa lebih baik. Proses kegiatan belajar dan mengajar pun dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan semangat belajar siswa hingga dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Demikian hal ini selaras dengan tujuan Kurikulum merdeka yang diharapkan mampu menjadi tombak perubahan pendidikan di Indonesia.
Berkaitan dengan konsep tersebut maka terdapat lima prinsip-prinsip yang mengimplementasi kurikulum merdeka sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.
Dikutip dari Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, lima prinsip tersebut yaitu sebagai berikut.
- Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;
- Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;
- Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;
- Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra;
- dan Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Implementasi Kurikulum Merdeka tidak dapat dilepaskan dari tujuan Kurikulum Merdeka itu sendiri. Sebagai ujung tombak Kurikulum Merdeka, guru dan sekolah diberikan kewenangan seluas–luasnya untuk mengeksplorasi, berinovasi, dan menafsirkan tujuan Kurikulum Merdeka dengan tetap memperhatikan lima prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka tersebut. Peran dan kemampuan guru, fasilitas sekolah, dan juga antusiasme siswa akan mendorong implementasi Kurikulum Merdeka agar terlaksana dengan baik.
Yohanes E.C
Sumber:
https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/detailpost/guru-sebagai-pemain-utama-di-implementasi-kurikulum-merdeka, diakses 19 Oktober 2022
https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/6824331505561-Tentang-Kurikulum-Merdeka, diakses 19 Oktober 2022
https://web.archive.org/web/20221004153846/https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/detail-ikm/, diakses 19 Oktober 2022
https://ditsmp.kemdikbud.go.id/lima-prinsip-pembelajaran-dalam-kurikulum-merdeka/, diakses 25 Oktober 2022
