Survei Lingkungan Belajar dalam ANBK

Sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana belajar yang memadai.
(Gambar: https://pixabay.com/id/photos/perpustakaan-buku-rak-siswa-922998/, diunduh 10 November 2022)

Salah satu aspek dari Asesmen Nasional adalah Survei Lingkungan Belajar. Survei Lingkungan Belajar  merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di sekolah. Hasil survei lingkungan belajar dapat digunakan untuk mengetahui aspek-aspek pembelajaran yang berpotensi memengaruhi hasil belajar siswa. Berikut aspek-aspek yang dapat membantu siswa dalam mencapai hasil belajar di sekolah.

  1. Proses pembelajaran yang berkualitas.
  2. Para guru yang secara terus-menerus melakukan refleksi dan memperbaiki praktik mengajarnya.
  3. Kepala satuan Pendidikan yang menerapkan visi, kebijakan, dan program yang menitikberatkan pada kualitas Pendidikan.
  4. Iklim satuan Pendidikan yang aman dan menghargai keragaman.

Selanjutnya, ada sembilan dimensi dalam Survei Lingkungan Belajar yang dapat memengaruhi hasil belajar. Berikut kesembilan dimensi tersebut.

  1. Latar belakang sosial ekonomi siswa

Siswa dengan kondisi sosial ekonomi yang berbeda memiliki hak yang sama untuk mengakses dan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

  1. Kualitas pembelajaran di kelas

Kegiatan belajar mengajar di kelas harus mencakup indikator manajemen kelas, dukungan afektif, pembelajaran interaktif, dan penyesuaian cara mengajar dengan tingkat kemampuan siswa.

  1. Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru

Guru dapat meningkatkan kompetensi melalui belajar mandiri dengan cara melakukan refleksi praktik mengajar yang telah diterapkan dan juga belajar dari rekan guru.

  1. Kepemimpinan instruksional

Kepala sekolah harus mampu menyusun dan mengomunikasikan visi, misi, program, dan kebijakan yang mendukung guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

  1. Iklim keamanan di satuan pendidikan

Sekolah harus memiliki kebijakan, pemahaman, dan program untuk mengatasi perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan narkotika. Dengan kebijakan ini, sekolah diharapkan dapat memberikan perlindungan dan rasa aman bagi semua warga di sekolah.

  1. Iklim kebhinekaan di satuan pendidikan

Sekolah harus dapat menciptakan iklim yang menghargai keragaman agama, sosial budaya, dan dukungan kesetaraan hak.

  1. Iklim kesetaraan gender

Sekolah harus bersikap adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga sekolah, baik laki-laki maupun perempuan dalam menjalankan perannya di sekolah.

  1. Iklim inklusivitas

Sekolah harus menerima dan mendukung siswa penyandang disabilitas, siswa cerdas istimewa, dan siswa berbakat istimewa.

  1. Dukungan orang tua dan siswa terhadap program satuan pendidikan

Seluruh elemen warga sekolah harus terlibat dalam setiap kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh sekolah. Orang tua dan siswa dapat berpartisipasi dalam kepanitiaan dan penyusunan kegiatan di sekolah.

Banyak aspek memengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, seluruh elemen sekolah diharapkan bersedia berpartisipasi mengisi survei lingkungan belajar. Hasil survei lingkungan belajar dapat memberikan informasi tentang potret mutu pendidikan secara menyeluruh.

Wulandari

Sumber:

https://lifestyle.kontan.co.id/news/9-aspek-penilaian-dalam-survei-lingkungan-belajar-anbk-2022-siswa-sudah-tahu, diakses 27 Oktober 2022