
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sebagai guru, komunikasi menjadi poin penting dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru diwajibkan mampu membuat strategi komunikasi yang mudah dipahami oleh siswa. Lalu, bagaimana komunikasi yang baik antara guru dan siswa? Guru dapat melakukan berbagai tips berikut.
- Gunakan bahasa yang sederhana dan sopan
Dalam proses pembelajaran, seorang guru hendaknya menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah dan benar. Selain itu, guru harus memilih kosakata yang sopan untuk mengajarkan pesan moral kepada siswa.
- Hindari kata-kata yang terkesan menyalahkan siswa
Dalam proses belajar mengajar, sebaiknya hindari penggunaan kata-kata yang terkesan menyalahkan siswa, seperti mengkritik, memberi label, dan menceramahi. Misalnya, ketika seorang siswa mendapat nilai buruk saat ujian, maka guru tidak perlu langsung mengkritiknya dan melabeli dia dengan sebutan ‘bodoh’. Jika ada kasus seperti itu, sebaiknya tanyakan penyebab ia mendapat nilai buruk. Kritikan dan pemberian label hanya akan membuat siswa semakin merasa bersalah dan kehilangan kepercayaan diri.
- Jadilah pendengar yang baik
Seorang guru sebaiknya tidak hanya memberi arahan, tetapi juga menjadi pendengar yang baik saat siswanya sedang berpendapat. Siswa yang diberi kesempatan mengutarakan pendapat akan merasa percaya diri dan dihargai. Oleh karena itu, guru sebaiknya menunjukkan perhatian dan memberi tanggapan positif terhadap siswanya.
- Perhatikan komunikasi nonverbal
Dalam pembelajaran, bukan hanya komunikasi verbal saja yang dibutuhkan tetapi juga komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal artinya komunikasi menggunakan bahasa tubuh, seperti menggelengkan kepala tanda menolak, menguap sambil merentangkan tangan tanda mengantuk atau mungkin bosan dengan materi yang dibawakan oleh sang guru. Jika siswa menunjukkan bahasa tubuh seperti itu, guru harus mampu menguasai kelas agar siswanya dapat kembali semangat belajar. Guru dapat memberikan selingan dengan sedikit permainan kecil yang menghibur.
- Ciptakan suasana yang menyenangkan
Dalam proses belajar mengajar, guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Siswa akan bersemangat dalam belajar dan materi pelajaran akan mudah diterima siswa, sehingga mereka menjadi tidak bosan dengan materi dan pelajaran yang diajarkan.
- Tanamkan sikap pengendalian diri
Guru sebaiknya memiliki sikap pengendalian diri, karena para siswa rata-rata tidak menyukai guru yang galak dan pemarah. Mereka tidak ingin belajar dalam tekanan hanya karena takut dimarahi. Oleh karena itu, guru harus mampu mengendalikan diri dan emosinya.
- Bersikap rendah hati
Rendah hati merupakan tindakan yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru. Hal itu bertujuan agar sang guru tidak merasa tersaingi oleh siswa yang memiliki kemampuan. Saat guru merasa tersaingi, pesan pun tidak tersampaikan dengan baik, karena tujuan mengajar yang awalnya ingin berbagi ilmu akhirnya berubah menjadi ingin pamer ilmu. Jadi, seorang guru harus memiliki karakter yang kuat sebelum membangun komunikasi dengan siswa.
Itulah beberapa tips yang dapat diterapkan guru dalam berkomunikasi dengan para siswa. Dengan komunikasi yang baik, guru akan dihormati para siswa. Proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Endah Dwi Atmajati
Sumber:
https://web.archive.org/web/20221110062145/https://www.rijal09.com/2017/04/13-tips-membangun-komunikasi-yang-efektif-antara-guru-dan-siswa.html, diakses 10 November 2022
