
Kurikulum Merdeka merupakan pedoman utama proses pembelajaran di Indonesia sejak diluncurkan pada 2021. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka seluruh komponen sekolah harus mampu mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai ciri keberhasilan Kurikulum Merdeka.
Melalui terciptanya profil pelajar Pancasila, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendukung penuh visi misi presiden untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat, mandiri, serta memiliki karakter. Profil pelajar pancasila dapat diwujudkan melalui pengembangan potensi dan pembentukan karakter siswa. Peran satuan pendidikan, didukung oleh orang tua dan lingkungan masyarakat, sangat penting dalam pembentukan karakter siswa. Berikut enam karakteristik yang ingin dicapai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
- Berkebinekaan global
- Gotong royong
- Mandiri
- Bernalar kritis
- Kreatif
Dilihat dari keenam karakteristik di atas, profil pelajar Pancasila dapat diciptakan melalui kebudayaan sekolah yang memadukan aspek profil pelajar Pancasila. Budaya-budaya sekolah dapat dipadukan dengan kebijakan sekolah, norma yang berlaku, pola interaksi, dan sejenisnya. Sebagai kepala sekolah, Anda harus memadukan budaya-budaya di sekolah agar terbentuk pelajar Pancasila.
Salah satu contoh budaya sekolah yang memadukan aspek profil pelajar Pancasila yaitu pengadaan bank sampah. Pengadaan bank sampah di lingkungan sekolah dapat menjadi alternatif kegiatan yang mengimplementasikan karakteristik pelajar Pancasila. Bank sampah merupakan strategi penerapan reduce, reuse, dan recycle (3R). Dengan adanya bank sampah di sekolah, siswa diharapkan dapat memilah sampah di lingkungan sekitarnya dan memanfaatkan kembali sampah tersebut agar memiliki nilai.
Anda dapat mengemas kegiatan bank sampah melalui program-program tertentu, seperti program sedekah, program tabungan, atau program barter. Pada program sedekah, siswa, guru, dan komponen sekolah lainnya mengumpulkan sampah lalu sampah tersebut dikelola kembali sampai memiliki nilai jual. Pada program tabungan, implementasi hasil dari sampah tersebut akan dibagikan setiap kenaikan kelas kepada siswa atau komponen lain di sekolah. Selanjutnya, program barter mendorong setiap siswa atau komponen lain di sekolah untuk menabung di bank sampah. Hasilnya dapat ditukarkan dengan barang-barang yang ada di koperasi sekolah.
Melalui program bank sampah, banyak manfaat yang dapat diambil. Tidak hanya implementasi karakter profil pelajar Pancasila, melainkan juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman untuk proses pembelajaran.
A. Indrianingrum
Sumber :
https://web.archive.org/web/20210419011456/https://ditsmp.kemdikbud.go.id/6-ciri-pelajar-pancasila-yang-cerdas-dan-berkarakter/, diakses 17 November 2022
https://web.archive.org/web/20220327164038/https://radarsolo.jawapos.com/pendidikan/21/03/2022/bank-sampah-media-edukasi-nol-sampah-bagi-siswa-sejak-dini/, diakses 17 November 2022
https://web.archive.org/web/20211025220851/https://smanmojoagung.sch.id/ini-manfaatnya-punya-bank-sampah-di-sekolah/, diakses 17 November 2022
