Mengajar di Akhir Jam Pelajaran? Siapa Takut!

Mengajar di luar kelas pada akhir jam pembelajaran. (Gambar: https://www.pexels.com/photo/female-students-sitting-on-the-field-while-reading-books-12719302/, diunduh 2 Januari 2022)

Guru memiliki peran  sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar menjadi menarik dan interaktif agar siswa secara aktif mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. Aktivitas siswa sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Proses pembelajaran seringkali terhambat ketika jam-jam pelajaran terakhir dikarenakan turunnya minat belajar siswa. Hambatan dan permasalahan yang sering dihadapi oleh Bapak/Ibu guru pada jam-jam terakhir pembelajaran antara lain siswa kelihatan lesu, kurang gairah, mengantuk ketika pelajaran, bahkan ada yang sampai tertidur di dalam kelas. Suasana belajar yang tidak kondusif menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan dengan optimal, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai.

Bapak/Ibu guru harus memiliki strategi untuk membuat proses pembelajaran tetap menarik sehingga menumbuhkan motivasi belajar pada siswa. Dengan demikian, hambatan dan permasalahan di atas dapat diatasi dengan baik. Berikut strategi-strategi yang dapat diterapkan Bapak/Ibu guru.

  1. Memberikan motivasi

Bapak/Ibu guru dapat menceritakan pengalaman pribadi atau tokoh yang dapat menjadi motivasi bagi siswa. Bapak/ibu guru juga dapat meminta siswa untuk bercerita di depan kelas mengenai peristiwa, cerita, t atau tokoh yang menginspirasi mereka.

  1. Membangun interaksi dengan setiap siswa

Bapak/Ibu guru dapat meminta siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran, misalnya meminta siswa menulis di papan tulis, membaca buku, atau melakukan aksi tertentu di tempat duduk atau di depan kelas. Bapak/Ibu guru juga bisa mendekati siswa dan berdiskusi langsung dengan siswa.

  1. Bermain permainan sederhana

Bapak/Ibu guru dapat memberikan permainan sederhana/ice breaking di sela-sela proses belajar mengajar sebagai penyegaran untuk siswa.

  1. Cuci muka dan gerakan ringan

Bapak/Ibu guru dapat memberikan saran kepada siswa untuk mencuci muka dan melakukan sedikit senam atau gerakan kecil di luar ruangan kelas.

  1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengobrol

Bapak/Ibu guru dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi bersama dengan teman sesamanya dan membuat kelompok. Setelah itu, mereka dapat mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

  1. Belajar di luar ruangan kelas

Bapak/Ibu guru dapat sesekali mengajak siswa untuk belajar di luar ruangan kelas seperti di laboratorium atau di lapangan agar siswa merasakan suasana baru selain belajar di dalam ruangan.

  1. Stressing

Bapak/Ibu guru dapat menerapkan metode stressing (penekanan) kepada siswa yang mengganggu proses belajar mengajar sehingga menciptakan suasana belajar yang tidak kondusif. Metode tersebut dapat berupa sanksi mendidik agar siswa merefleksikan perbuatannya.

Bapak/Ibu guru dapat melakukan strategi di atas untuk membuat kondisi belajar tetap kondusif walaupun pada jam-jam akhir pelajaran. Dengan mencoba strategi di atas, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi belajar semangat pada siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, Bapak/Ibu guru tidak perlu takut atau khawatir untuk mengajar pada akhir jam pelajaran.

Primrose

Sumber:

https://web.archive.org/save/https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/kegiatan-belajar-mengajar-yang-efektif-dengan-melibatkan-siswa-secara-aktif/ diakses 30 Desember 2022

https://web.archive.org/save/https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/7-tips-mengajar-jam-terakhir/ diakses 30 Desember 2022