
IQ dan EQ.
Kalian tentunya sudah mengenal atau setidaknya pernah mendengar tentang IQ. Beberapa dari kalian mungkin juga pernah mengikuti tes IQ. Intelligence Quotient atau IQ adalah taraf kecerdasan yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menalar dan memecahkan masalah. Nilai tes IQ seseorang menggambarkan kemampuannya dalam menalar dan memecahkan masalah.
Selain IQ, kita juga mengenal EQ atau Emotional Quotient. Jika IQ menjadi ukuran kemampuan menalar dan memecahkan masalah, EQ menjadi ukuran kecerdasan emosi seseorang. EQ diukur berdasarkan kemampuan seseorang mengendalikan emosi, menunjukkan kepekaan terhadap emosi orang lain, adaptasi terhadap hal baru, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan juga komitmen. Tidak heran jika EQ menjadi indikator kematangan berpikir dan kepemimpinan seseorang.
Apa yang terjadi jika seseorang memiliki EQ yang kurang?
EQ banyak berfokus terhadap reaksi emosional seseorang terhadap suatu masalah dan hubungan emosional dengan orang lain. Berikut beberapa dampak jika kamu memiliki EQ yang kurang.
- Kinerja tidak optimal
Seperti kalian ketahui, EQ seseorang ditunjukan oleh pengendalian emosi, kepekaan terhadap emosi orang lain, dan kemampuan bekerja sama. Seseorang dengan EQ rendah akan menemukan banyak kesulitan dalam bekerja kelompok. Hal ini pastinya akan berpengaruh terhadap kinerja di kelas dan lingkungan sekolah.
- Mudah marah dan stress
Seseorang dengan EQ yang kurang akan sulit mengendalikan emosi saat terjadi masalah. Hal ini sering ditunjukkan dengan sikap mudah marah dan stress saat menghadapi masalah. Jika sikap ini tidak ditangani dengan baik, kalian dapat dijauhi teman karena mereka merasa tidak nyaman dengan sikap tersebut.
- Mudah sakit
Sikap mudah marah dan stress tidak hanya memberikan dampak buruk pada kehidupan sosial kalian. Sikap tersebut juga memberikan pengaruh buruk pada kesehatan. Tingkat stress yang tinggi berakibat pada peningkatan hormon kortisol dalam tubuh. Efeknya yaitu imunitas menurun, sehingga kamu akan lebih mudah sakit.
Bagaimana meningkatkan EQ?
Kalian dapat meningkatkan EQ asalkan kalian memiliki tekad yang kuat untuk terus belajar. Berikut beberapa tips yang dapat membantu kalian meningkatkan EQ.
- Berpikir sebelum bertindak
Saat terjadi suatu masalah, jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Tunggu emosi kalian stabil, lalu pikirkan dengan baik solusinya.
- Mengamati dan mengatasi perubahan emosi
Belajar mengamati perubahan emosi pada diri sendiri merupakan hal yang sangat penting. Saat dalam kondisi emosi yang buruk, kalian bisa segera berusaha mengatasinya sebelum memberikan dampak buruk, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
- Manajemen hubungan dengan orang lain dan berempati
Menjaga komunikasi dengan orang lain, terutama orang terdekat kita, menjadi salah satu cara meningkatkan EQ. Berkomunikasi dengan baik akan berpengaruh terhadap kepekaan kalian terhadap emosi diri dan orang lain atau berempati.
Memiliki kecerdasan yang baik berpengaruh besar bagi kehidupan kalian, baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang. Semoga informasi ini semakin membuka wawasan kalian tentang pentingnya kecerdasan emosi. Pastikan kalian selalu melatih kecerdasan kalian.
Adhi Wardhana
Sumber:
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-iq-eq-tq/, diakses 12 Desember 2022
https://wartaguru.id/kecerdasan-emosional-eq-apakah-penting/, diakses 12 Desember 2022
