Mencegah Penelantaran terhadap Anak

Orang tua harus terampil dalam memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
(Gambar: https://pixabay.com/id/photos/keluarga-memegang-tangan-orang-tua-1866868/, diunduh 9 November 2022)

Orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, yaitu kasih sayang dan perhatian. Banyak hal yang dibutuhkan anak dalam proses pertumbuhan, seperti sandang, pangan, papan, pendidikan yang layak, dan pelayanan kesehatan. Kelalaian dan ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan tersebut merupakan penelantaran terhadap anak.

Terdapat berbagai jenis dan contoh penelantaran terhadap anak di Indonesia. Jenis dan contoh penelantaran tersebut sebagai berikut.

  1. Penelantaran fisik

Penelantaran fisik terjadi ketika orang tua tidak memberikan makanan sehat dan bergizi, tidak memperbolehkan anak bermain, dan membiarkan mereka dalam situasi berbahaya.

  1. Penelantaran spiritual

Penelantaran spiritual terjadi ketika orang tua membiarkan perilaku anak tanpa koreksi atau penghargaan dan menyalahkan tanpa mengenalkan perilaku yang benar.

  1. Penelantaran mental

Penelantaran mental terjadi ketika orang tua tidak memberikan pendidikan, kasih sayang, dan perhatian kepada anak. Penelantaran mental juga terjadi saat anak tidak didengar pendapatnya.

  1. Penelantaran sosial

Penelantaran sosial terjadi ketika anak ditinggal pergi dan sendirian, didiamkan oleh orang lain dalam kurun waktu tertentu, dan tidak diperdulikan.

Bentuk lain dari penelantaran yakni tindakan pembiaran dan pembahayaan. Pembiaran adalah tindakan menghiraukan seorang anak dalam kondisi apa pun. Pembahayaan adalah kondisi saat orang tua sengaja atau tidak sengaja menempatkan anak pada kondisi yang mengancam.

Penelantaran terhadap anak dapat dicegah melalui dua upaya berikut.

  1. Pemahaman orang tua tentang kebutuhan dasar anak. Pemahaman ini berkaitan dengan proses pertumbuhan (kasih sayang, sandang, pangan, dan papan). 
  2. Pemahaman mengenai keseimbangan antara aspek fisik, spiritual, mental, dan sosial dalam proses pertumbuhan anak.

Pemahaman mengenai keseimbangan antara aspek fisik, spiritual, mental, dan sosial dalam proses pertumbuhan anak. Selain upaya pencegahan penelantaran terhadap anak, terdapat beberapa keterampilan orang tua yang perlu diketahui dalam mengasuh anak. Keterampilan tersebut yaitu meluangkan waktu bersama anak. Pada saat bersama anak, orang tua memberi pengertian tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Orang tua juga dapat membuat aturan bersama dalam keluarga. Aturan ini selanjutnya didiskusikan bersama anak dan dilakukan oleh semua anggota keluarga. Orang tua juga perlu memperhatikan pergaulan, kebiasaan, dan minat serta bakat anak.  Mari, kita cegah penelantaran terhadap anak, dimulai dari keluarga kita.

R. Wicakso

Sumber:

https://kemensos.go.id/uploads/topics/15870130163297.pdf. diakses, 25 Oktober 2022