Peran Orang Tua di Rumah Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Anak

Makan bersama seluruh anggota keluarga dapat menciptakan suasana positif di rumah.
(Gambar: https://pixabay.com/id/photos/makan-malam-makanan-gadis-makan-2330482/, diunduh 8 November 2022)

Gangguan kesehatan pada anak tidak hanya sebatas fisik. Anak dapat juga mengalami gangguan kesehatan mental. Berbagai riset yang dilakukan menunjukkan bahwa anak, khususnya di masa remaja, banyak mengalami gangguan kesehatan mental. Baru-baru ini, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menemukan bahwa prevalensi gangguan mental emosional remaja usia di atas 15 tahun sudah mencapai 9,8 persen. Hasil tersebut meningkat 3,8 persen dari hasil riset sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2013. Kenaikan hasil riset tersebut seharusnya menjadi sebuah alarm bagi Anda sebagai orang tua agar lebih peduli dan sadar terhadap kesehatan mental anak.

Pernahkah Anda mendengar sebuah pepatah “Lebih baik mencegah daripada mengobati”? Pepatah tersebut dapat diterapkan dalam menjaga kesehatan mental anak. Kegiatan mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental pada anak tidak terlepas dari peranan orang tua. Berikut beberapa hal yang dapat Anda terapkan dalam berperan menjaga kesehatan mental anak.

1. Memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak

Anda harus mempelajari berbagai tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Anak yang sehat fisik dan mental dapat terlihat dari proses pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usianya. Anda harus tetap memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada anak. Hal tersebut dilakukan agar Anda menyadari sedini mungkin apabila ada perubahan abnormal pada anak dan dapat langsung mencari cara penanganannya.

2. Menciptakan ikatan keterikatan

Saat bersama dengan anak, Anda harus mencurahkan perhatian penuh baik pikiran, perasaan, maupun perilaku hanya kepada anak. Sebaiknya, Anda meninggalkan kegiatan yang dapat mengalihkan fokus seperti bermain gadget. Hal tersebut dilakukan agar hubungan emosional dengan anak terjalin baik.

3. Menumbuhkan rasa percaya diri anak

Anda sebaiknya memberikan anak kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya. Biarkan anak mengeksplorasi kemampuannya secara mandiri. Tugas Anda hanya menemani dan mengawasinya. Jika ada langkah yang kurang tepat, Anda dapat memberikan pengarahan. Makin banyak Anda memfasilitasi anak dalam mengembangkan kemampuannya secara mandiri, makin terbentuk rasa percaya diri pada anak.

4. Menghargai perasaan anak

Saat anak sedang berusaha memberi tahu sesuatu, tugas Anda berhenti sejenak dan mendengarkan apa yang disampaikan anak. Bantulah anak merasa nyaman membicarakan emosi yang dirasakannya. Tunjukkan bahwa Anda menerima segala bentuk emosi tanpa ada rasa ingin mengadilinya. Dengan demikian, anak merasa bahwa pemikiran dan perasaanya dihargai. Nantinya, anak akan berani mengungkapkan perasaannya.

5. Menciptakan suasana positif

Anda harus membiasakan diri berkomunikasi hangat dan menggunakan kata-kata positif dengan anggota keluarga. Anda dapat menerapkan acara kumpul bersama anggota keluarga setiap harinya melalui makan malam atau berbincang sore. Hargai  perbedaan pendapat setiap anggota keluarga. Jika terjadi perdebatan, Anda dapat menyelesaikannya sebaik mungkin tanpa saling menyinggung perasaan anggota keluarga.

6. Menemani anak yang kesulitan

Setiap anak memiliki tantangan yang perlu diatasi. Peran Anda dalam hal ini adalah membantu anak tumbuh untuk menghadapi tantangan tersebut. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan memberikan pengarahan yang benar. Anda dapat membiasakannya secara rutin agar anak menjadi terlatih hingga mampu menyelesaikan tantangan secara mandiri.

Nah, itulah beberapa cara yang dapat orang tua lakukan dalam menjaga kesehatan mental anak. Tidak sulit, bukan?

Rofida Umaya

Sumber:

http://web.archive.org/web/20221026072259/https://psikologi.uma.ac.id/pentingnya-peran-orang-tua-bagi-kesehatan-mental-anak/ diakses 26 Oktober 2022.

http://web.archive.org/web/20220729051347/https://pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id/artikel/membesarkan-anak-yang-menghargai-dirinya-sendiri/ diakses 26 Oktober 2022.

http://web.archive.org/web/20211118175751/https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4313376/orangtua-kurang-pahami-masalah-kesehatan-mental-anak diakses 26 Oktober 2022.

http://web.archive.org/web/20221026074343/https://ketik.unpad.ac.id/posts/1833/pentingnya-peran-orang-tua-dalam-menjaga-kualitas-mental-emosional-anak-2 diakses 26 Oktober 2022.