
Apakah kalian pernah mendengar istilah “pelajar Pancasila?” Jika sekolah kalian sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, istilah tersebut mungkin tidak asing. Ya, benar. Dalam Kurikulum Merdeka ada ciri khusus, yaitu pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Apa itu pelajar Pancasila?
Pelajar Indonesia diharapkan menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Itulah yang diharapkan pemerintah. Pelajar Indonesia menjadi pelajar Pancasila, yaitu pelajar yang memiliki dimensi (sikap) berikut.
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
- Berkebinekaan global
- Bergotong-royong
- Mandiri
- Bernalar kritis, dan
- Kreatif.
Sikap-sikap tersebut perlu diterapkan untuk menumbuhkan karakter profil pelajar Pancasila. Kalian bisa menerapkannya melalui kegiatan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Apa saja yang dapat kalian lakukan? Sebagai contoh, saat di sekolah kalian diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai agama masing-masing, saling toleransi dalam beragama, dan berperilaku baik kepada seluruh warga sekolah. Perilaku ini merupakan penerapan dari dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
Sikap berkebinekaan global dapat dilakukan dengan tidak membeda-bedakan dalam berteman, ikut serta mempelajari dan menjaga budaya lokal, dan melaksanakan upacara bendera di sekolah. Selanjutnya, dimensi bergotong royong dapat kalian terapkan melalui kerja bakti membersihkan sekolah, mengadakan bakti sosial, dan menyelesaikan tugas kelompok secara bertanggung jawab.
Sikap mandiri dapat diterapkan dengan mematuhi tata tertib sekolah, mengerjakan tugas yang diberikan guru, dan berani berpendapat di kelas. Dimensi bernalar kritis dapat kalian tumbuhkan melalui kegiatan membaca buku ataupun literasi lainnya, berpikir secara rasional sebelum mengambil keputusan, dan menerima masukan yang diberikan orang lain.
Sikap terakhir adalah kreatif. Kreativitas seorang pelajar dapat ditumbuhkan dengan ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler, mengadakan pentas seni ataupun pameran, dan membuat proyek daur ulang sampah plastik di sekolah. Dengan menerapkan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan pelajar Indonesia memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Perlu kalian ketahui, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan oleh seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagaimana, tidak sulit bukan, untuk menjadi pelajar Pancasila?
Salma Bela Megawati
Sumber:
http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila diakses, 05 Oktober 2022
Satria, Rizky, dkk. 2022. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
