Pengembangan Kepribadian Anak di Lingkungan Sekolah

Proses pembelajaran dan pengembangan kepribadian di sekolah.

Tahukah kalian, Kemendikbud mendorong perubahan pola berfikir para guru agar mampu melaksanakan perannya sebagai pendidik profesional yang tidak hanya mencerdaskan anak didik tetapi juga mengembangkan karakter positif mereka agar menjadi generasi emas Indonesia.

Pengembangan kepribadian dan karakter siswa di sekolah tidak hanya melalui proses pembelajaran di kelas tetapi juga melalui beberapa media. Perlu kalian ketahui, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengembangan kepribadian dan penguatan karakter di lingkungan sekolah. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kebijakan ini telah diimplementasikan dengan program gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sesuai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan pengetahuan. Untuk sekolah dasar, porsi pendidikan ini sebesar 70 persen dan untuk sekolah menengah, sebesar 60 persen.

PPK tidak hanya mendorong agar pendidikan nasional memperhatikan olah pikir (literasi) tetapi juga olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik), dan olahraga (kinestetik). Keempat dimensi pendidikan ini harus dilakukan secara utuh, menyeluruh, dan serentak. Sekolah dapat melakukan integrasi proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dengan berbasis pada pengembangan budaya sekolah atau melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan sekolah.

Sebagai dasar pengembangan keempat dimensi tersebut, sekolah dapat menanamkan lima nilai karakter utama. Karakter-karakter tersebut penting untuk kalian wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini kelima nilai karakter utama tersebut.

1.   Religius

Karakter religius mencerminkan sikap beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap ini diwujudkan dengan perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain serta hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain.

2.   Nasionalis

Karakter nasionalis menunjukkan cara berpikir dan bersikap setia, peduli, dan menghargai bangsa dan negara. Sikap nasionalis dapat dilakukan dengan mengapresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, cinta tanah air, dan menghargai keragaman budaya, suku, dan agama.

3.   Integritas

Karakter integritas mencerminkan mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan satu kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, konsisten dalam tindakan dan perkataan berdasarkan kebenaran.

4.   Mandiri

Karakter mandiri mencerminkan perilaku dan karakter atau sikap yang tidak bergantung kepada orang lain. Karakter mandiri selalu menggunakan tenaga dan pikirannya sendiri untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Siswa mandiri memiliki etos kerja yang baik, profesional, kreatif, berani, dan tangguh.

5.   Gotong royong

Gotong royong merupakan tindakan kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama dengan menjalin komunikasi dan memberikan pertolongan pada yang membutuhkan. Siswa diharapkan dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, berkomitmen atas keputusan bersama, tolong-menolong, dan memiliki empati.

Sumber :

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional, diakses 5 Oktober 2022

https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/8-upaya-penerapan-pendidikan-karakter-bagi-peserta-didik-di-sekolah/, diakses 5 Oktober 2022

https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pembangunan-karakter-bangsa-melalui-peduli-lingkungan-sekolah/, diakses 5 Oktober 2022