Pelajar Surabaya Tidak Akan Mengerjakan PR Mulai November 2022

PR ditiadakan untuk pengembangan karakter anak.
(Gambar: https://pixabay.com/id/photos/anak-sekolah-kembali-ke-sekolah-972558/, diunduh 10 November 2022)

PR atau pekerjaan rumah merupakan tugas yang biasa diberikan kepada siswa. PR yang berupa soal latihan atau bentuk tugas lain ini digunakan oleh guru sebagai media untuk memberikan materi tambahan yang dirasa kurang tersampaikan pada pembelajaran di kelas. Meskipun begitu, bagi siswa, PR yang diberikan dapat dirasakan sebagai beban. Setidaknya, itulah yang diamati oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Dengan berbagai pertimbangan untuk lebih memaksimalkan perkembangan anak, Dinas Pendidikan Surabaya akan meniadakan pemberian tugas rumah atau PR bagi siswa SD dan SMP. Peniadaan PR ini dimulai pada 10 November, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Harapan dari kebijakan ini yaitu siswa memiliki lebih banyak waktu untuk bersosialisasi.

Terkait kebijakan ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berharap agar PR tidak membebani anak-anak dan diubah menjadi kegiatan pembentukan karakter. Ia juga berharap meskipun ada PR namun tidak terlalu berat dan banyak, yang penting adalah pembentukan karakter siswa.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, juga akan menerapkan dua jam pelajaran khusus untuk pendalaman karakter seperti yang disebutkan oleh Bapak Eri Cahyadi. Dua jam pelajaran khusus ini juga akan mencakup peningkatan kegiatan siswa dalam bersosialisasi.

“Jam belajar sekolah selesai pukul 12:00 WIB dan dilanjutkan pendalaman sampai pukul 14:00 WIB. Artinya, dua jam sudah efektif, anak-anak bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengembangan bakat masing-masing. Ada lukis, menari, mengaji, dan lainnya,” kata Yusuf.

Terkait penyelesaian PR, Yusuf menjelaskan bahwa PR dapat diselesaikan di sekolah dan dapat dilakukan pada pembelajaran antarteman. “Agar fresh, saat pulang anak-anak sudah tidak ada beban mengerjakan PR. Maka, pengayaan pembelajaran antarteman bisa membantu menyelesaikan PR dan pulang sudah tidak memikirkan PR,” lanjutnya.

Yusuf pun berpendapat bahwa pola pembelajaran pendalaman karakter ini akan lebih bermanfaat bagi para siswa. Mereka akan mendapatkan lebih banyak waktu dalam melatih keaktifan, kemandirian, dan keberanian dalam berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.

Adhi Wardhana

Sumber:

https://web.archive.org/web/20221025042128/https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221025064824-20-864891/siswa-sd-smp-surabaya-dibebaskan-dari-pr-mulai-10-november, diakses 31 Oktober 2022

https://web.archive.org/web/20221031060044/https://jatim.inews.id/berita/pelajar-sd-dan-smp-di-surabaya-bebas-pr-mulai-november-ini-kata-eri-cahyadi, diakses 31 Oktober 2022