
Kurikulum Merdeka mulai diterapkan di beberapa sekolah. Penerapan kurikulum ini menyesuaikan dengan kemampuan serta sarana dan prasarana sekolah. Tidak ada paksaan bagi sekolah untuk menerapkan kurikulum ini. Sekolah yang sudah siap dapat menerapkan kurikulum ini, dengan tiga pilihan penerapan.
Sekolah yang belum siap menerapkan Kurikulum Merdeka harus mempersiapkan diri untuk segera menerapkannya. Sekolah dapat melakukan refleksi kesiapan dan kemampuan untuk menghadapi tantangan penerapan kurikulum ini.
Kurikulum Merdeka merupakan hal baru bagi para guru. Untuk itu, guru harus mengetahui beberapa hal sebelum menerapkan kurikulum ini. Berikut tiga hal yang perlu diperhatikan guru menerapkan Kurikulum Merdeka.
Pertama, guru harus mengetahui struktur Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Jika dalam Kurikulum 2013 setiap kelas terdapat Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, di Kurikulum Merdeka kompetensi-kompetensi itu dirumuskan dalam Capaian Pembelajaran setiap fase. Satu fase dapat dicapai dalam 2 – 3 tahun (kelas). Di dalam Kurikulum Merdeka ini juga ada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak bertujuan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu. Jadi, pelaksanaan kegiatan P5 tidak terikat pada konten mata pelajaran.
Kedua, guru juga harus mengetahui alokasi jam pelajaran. Sebenarnya, tidak ada perubahan jam pelajaran dalam kurikulum ini. Jam pelajaran dialokasikan untuk dua kegiatan pembelajaran, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Ini menyebabkan alokasi jam pelajaran berdampak pada total jam mengajar guru. Namun, total jam mengajar guru sebenarnya tidak berubah karena guru dapat melaksanakan tugas proyek sebagai jam tambahan untuk menuntaskan beban kerja.
Ketiga, ketika menerapkan Kurikulum Merdeka, guru harus berpedoman pada asas kemerdekaan siswa. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih materi pelajaran. Dengan demikian, guru dapat menerapkan materi penting dan fleksibel sesuai kebutuhan siswa. Dengan penerapan materi yang fleksibel, siswa memiliki waktu yang lebih banyak untuk memahami konsep materi pembelajaran.
Wulandari
Sumber:
https://vokasi.kemdikbud.go.id/read/kurikulum-merdeka-beri-kebebasan-siswa-memilih-materi-pembelajaran, diakses 13 Oktober 2022.
https://www.kompas.com/edu/read/2022/07/29/115935571/kemendikbud-kurikulum-merdeka-tidak-dipaksa-sekolah-punya-3-pilihan?page=all, diakses 13 Oktober 2022.
