
Asesmen Nasional merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan. Pada Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang sebelumnya digunakan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui capaian peserta didik secara individu. Berbeda dari UN dan USBN, Asesmen Nasional dirancang untuk mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. Perubahan sistem evaluasi pendidikan ini adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Tujuan utama dari sistem evaluasi ini adalah perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.
Asesmen Nasional terdiri atas tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif melalui aspek literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat. Dengan kata lain, semua bidang kerja atau karir membutuhkan kemampuan literasi dan numerasi.Namun, hal ini tidak mengecilkan peran mata pelajaran. Kemampuan literasi dan numerasi justru membantu siswa dalam mempelajari bidang ilmu lain, terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan angka.
Bagian kedua dari Asesmen Nasional adalah survei karakter. Bagian ini dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional. Karakter melekat secara unik pada tiap-tiap individu. Oleh karena itu, karakter dapat mengarahkan munculnya perilaku tertentu. Karakter yang harus dimiliki siswa tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila dapat didefinisikan sebagai karakter dan kemampuan yang merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila yang sehari-hari dibangun dan dihidupkan dalam diri setiap individu siswa di Indonesia.
Bagian ketiga dari Asesmen Nasional adalah survei lingkungan belajar atau sulingjar. Sulingjar mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Survei ini diisi oleh kepala sekolah dan guru. Informasi yang diperoleh dari survei lingkungan belajar merupakan faktor-faktor dari aspek input dan proses pembelajaran yang berpotensi mempengaruhi hasil belajar siswa.
Agung Tri Haryanta
Sumber:
http://web.archive.org/web/20220805112845/https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/an/page/news_detail/survei-karakter, diakses 10 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20220628050717/https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/page/news_detail/asesmen-nasional, diakses 10 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20220731192203/https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/, diakses 10 Oktober 2022
http://web.archive.org/web/20220805112836/https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/an/page/news_detail/survei-lingkungan-belajar, diakses 10 Oktober 2022
