PENGEMBANGAN MANAJEMEN LAYANAN PENDIDIKAN

Bimbingan konseling merupakan salah satu layanan pendidikan di sekolah. (Foto: PT Penerbit Intan Pariwara)

Dunia pendidikan selalu menjadi perhatian kita semua, karena kita tidak bisa lepas dari pendidikan. Hampir setengah waktu hidup manusia dihabiskan untuk mengikuti pendidikan formal. Jika ditambah dengan pendidikan informal, seluruh hidup manusia merupakan kehidupan yang penuh dengan pendidikan. Mengingat pentingnya pendidikan, pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan yang optimal kepada masyarakat.

Di era sekarang, layanan pendidikan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Salah satu model pengelolaan pendidikan yang ada saat ini adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS merupakan model manajemen pendidikan berbasis kemandirian sekolah dan pemerintah daerah. Sekolah dan pemerintah daerah dapat menentukan arah, kebijakan, serta jalannya pendidikan. Keberhasilan dalam pelaksanaan MBS sangat ditentukan oleh perwujudan kemandirian manajemen pendidikan, khususnya dalam hal layanan pendidikan.

Sebagai pemangku kepentingan, sekolah dan pemerintah daerah harus memperhatikan pengembangan manajemen pendidikan dan layanan pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Denganadanya partisipasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, akan semakin besar pula rasa memiliki, tanggung jawab, dan dedikasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik.

Ahli pendidikan Mortensen & Schmuller menyatakan ada tiga bidang layanan pendidikan yang saling terkait dan mendukung, yaitu : Administrasi dan Supervisi, Pengajaran atau Kegiatan Belajar Mengajar, serta Bimbingan dan Konseling. Ketiga bidang layanan tersebut sangat dibutuhkan di sekolah agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan proses perkembangan siswa sekolah dapat berjalan secara optimal.  Penjelasan ketiga bidang tersebut sebagai berikut.

  1. Administrasi dan Supervisi, yaitu bidang yang berhubungan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijakan. Bidang ini meliputi kegiatan pengelolaan dan administrasi sekolah, seperti perencanaan, pembiayaan, pengadaan, pengembangan staff, infrastruktur sekolah, dan pengawasan.
  2. Pengajaran atau Kegiatan Belajar Mengajar meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran, yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi siswa.
  3. Bimbingan dan Konseling, yaitu bidang yang meliputi fungsi dan kegiatan yang mengacu kepada pelayanan siswa, sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan dampak berarti bagi kegiatan belajar mengajar. Kegiatan tersebut akan berjalan lebih efektif apabila siswa terbebas dari masalah-masalah yang dihadapinya. Pembebasan masalah siswa tersebut dapat dilakukan melalui pelayanan bimbingan dan konseling.

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa pemangku kepentingan sekolah berperan penting untuk memperhatikan pengembangan manajemen pendidikan terutama pada layanan pendidikan.

I. sekarputih

Sumber: 

Lantip Diat Prasojo. “Manajemen Pendidikan dan Model Pembaharuan dalam Pengembangan Sekolah”, Dinamika Pendidikan, Edisi No.01/Th. VIII. Mei 2006.