Peningkatan Literasi di Daerah 3T

Literasi perlu ditingkatkan  di berbagai daerah. (Gambar: https://pixabay.com/id/photos/papua-anak-kecil-sorong-indonesia-2617974/, diunduh 28 Desember 2022)

Daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) merupakan daerah yang dianggap masih membutuhkan bantuan dari berbagai sektor, seperti: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pada sektor pendidikan, daerah 3T seringkali mengalami ketertinggalan dari daerah lainnya. Tentunya permasalahan ini dapat menyebabkan terjadinya kemunduran pendidikan jika tidak segera diatasi. Permasalahan lain seperti pembangunan fasilitas yang tidak merata di daerah 3T juga akan berpengaruh pada ketidaksetaraan penerima layanan pendidikan. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya peningkatan literasi. Berikut beberapa  upaya yang telah dilakukan pemerintah.

  1. Meningkatkan jaringan internet di daerah 3T

Kemendikbud dan Kemkominfo bekerja sama dalam mewujudkan percepatan untuk menyediakan internet guna peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah khususnya daerah  3T. Tersedianya jaringan internet tidak hanya digunakan untuk komunikasi. Pada sektor pendidikan, jaringan internet dapat digunakan untuk mencari berbagai informasi atau literasi digital. Dengan demikian, seluruh pelaku pendidikan di daerah 3T dapat memperoleh sumber literasi secara mudah dan tanpa terbatas waktu. 

  1. Mendistribusikan buku-buku di daerah 3T

Buku-buku yang telah disalurkan akan menambah koleksi buku di wilayah 3T. Tentunya penambahan koleksi buku  ini akan membantu guru dan  pelajar dalam meningkatkan semangat membaca. Tersedianya berbagai sumber bacaandapat menumbuhkan budaya berliterasi di wilayah 3T. 

  1. Membangun fasilitas literasi

Di Indonesia pembangunan fasilitas literasi perlu mendapatkan perhatian lebih. Pemerintah berperan penting dalam meningkatkan literasi, salah satunya dengan membangun fasilitas literasi seperti perpustakaan di wilayah 3T. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berperan aktif dengan menyediakan buku-buku berkualitas. Selain itu Perpustakaan Nasional Indonesia juga merencanakan mirroring data sehingga peserta didik/masyarakat di daerah 3T dapat membaca buku seperti yang ada di masyarakat wilayah lebih maju. Pihak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia juga melakukan bimbingan terkait pemanfaatan sumber bacaan buku, Dengan demikian, masyarakat, terutama pelajar, dapat memahami peran perpustakaan yang bukan hanya sebagai tempat penyimpanan buku tetapi juga sebagai sarana untuk  meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Itulah informasi mengenai upaya pemerintah dalam meningkatkan budaya literasi di daerah 3T. Semoga upaya-upaya tersebut dapat meminimalisir ketertinggalan daerah 3T dalam bidang pendidikan.

I. SekarPutih

Sumber: 

https://web.archive.org/web/20221209014038/https://www.pinhome.id/blog/pengertian-daerah-3t-dan-permasalahannya-lengkap/, diakses 28 Desember 2022

https://web.archive.org/web/20221209014854/https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/12/kemendikbudristek-jaga-semangat-literasi-baca-lewat-pendampingan-fasilitator-daerah-3t, diakses 28 Desember 2022

https://www.kominfo.go.id/content/detail/5429/percepat-penyediaan-akses-internet-di-sekolah-wilayah-3t/0/sorotan_media, diakses 28 Desember 2022

https://web.archive.org/web/20221209015919/https://kumparan.com/dimas-satrio-1633476929229152681/program-stimulan-3t-sebagai-upaya-pemerataan-literasi-informasi-di-indonesia-1whOhwYZzU5, diakses 28 Desember 2022