Congklak: Alternatif Permainan Tradisional bagi Gen Z

Congklak merupakan salah satu permainan tradisional untuk mengasah keterampilan si kecil. (Gambar: File:2975Museo Pambata Elks Club Building Manila 16.jpg – Wikimedia Commons, diunduh 20 Desember 2022)

Permainan congklak atau dakon mungkin  sudah tidak asing terdengar di telinga Anda. Mungkin, Anda pernah memainkannya di masa kecil dahulu. Sayangnya, permainan ini asing bagi anak-anak generasi Z. Congklak atau dakon merupakan salah satu permainan tradisional pernah populer. Permainan ini biasanya menggunakan papan kayu atau plastik yang memiliki 16 lubang. 14 lubang kecil tersusun pada setiap sisi papan dan dua lubang besar berada di ujung papan. Cara memainkan congklak adalah dengan memindahkan biji-bijian dari satu lubang ke lubang yang lain secara berurutan sampai biji-biji tersebut terkumpul di lubang besar.

Kepopuleran congklak dan permainan tradisional lain tidak bertahan di zaman ini. Anak-anak zaman sekarang lebih banyak memilih permainan modern yang ada di ponsel daripada permainan tradisional. Sebenarnya, penggunaan ponsel berlebih dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan fisik, mental, hingga emosional anak. Untuk menghindari dampak buruk tersebut, Anda dapat memperkenalkan permainan tradisional. Permainan ini dapat menjadi solusi untuk pengurangan penggunaan ponsel. Ada banyak permainan tradisional selain congklak yang memiliki banyak manfaat untuk perkembangan si kecil.

Anda dapat mengajarkan si kecil cara menyusun strategi agar memenangkan permainan congklak. Permainan ini juga mengajarkan si kecil berhitung karena biji-biji congklak dipindahkan satu per satu layaknya dihitung. Kesabaran si kecil juga dapat dilatih di permainan ini karena ia harus menunggu giliran bermain. Permainan ini dilakukan dengan duduk bersila, sehingga si kecil juga belajar mengenai sopan santun saat memainkan permainan ini.

Jadi, apakah Anda siap menjadikan permainan tradisional sebagai alternatif untuk mengisi waktu bermain si kecil selain bermain ponsel? Selain mengasah keterampilan si kecil, Anda juga dapat meminimalisir dampak buruk penggunaan ponsel.

A. Indrianingrum

Sumber:

https://web.archive.org/web/20220628100646/https://www.ibudanbalita.com/artikel/3-mainan-tradisional-untuk-latih-motorik-anak, diakses 12 Desember 2022

https://web.archive.org/web/20220617221535/http://kebudayaan.pdkjateng.go.id/2021/06/09/dakon-permainan-tradisional-dengan-nilai-filosofis/, diakses 12 Desember 2022