
Di era digital, siapa yang tidak mengenal media sosial? Ada beragam media sosial yang digunakan masyarakat saat ini. Rata-rata mereka memiliki lebih dari satu media sosial yang mudah diakses dengan menggunakan smartphone. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika bermain smartphone menjadi hobi setiap orang, bahkan saat makan, belajar, maupun bangun tidur, dan hendak tidur. Apakah kamu termasuk orang yang suka bermain smartphone? Meski tujuan awal bermain smartphone hanya untuk mencari informasi atau berkomunikasi, tetapi jika tidak dibatasi kebiasaan tersebut bisa mengganggu batin dan kesehatanmu lho. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengubah pola tidur. Para peneliti menyebutkan bahwa alasan di balik pengguna media sosial mengalami perubahan pola tidur yaitu karena mereka merasa terdorong untuk selalu aktif di setiap jam, bahkan hingga larut malam. Selain itu, penggunaan media sosial dalam jangka panjang juga dapat mengubah pola pikir dan mengganggu kesehatan mental. Bahkan media sosial juga menurunkan produktivitas, karena kita menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial tanpa kita sadari. Akibat buruk lain dari penggunaan media sosial secara terus menerus adalah meningkatnya risiko depresi, insomnia, citra diri (body image) yang buruk, penurunan kepercayaan diri, gangguan kecemasan dan gangguan makan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm). Semua risiko ini muncul sebagai wujud kecenderungan alam bawah sadar kita yang menjadi suka membandingkan diri dengan kehidupan orang lain sehingga tidak menikmati hidup. Oleh sebab itu, social media break (beristirahati sejenak mengakses media sosial) perlu kita terapkan sebagai upaya mengurangi kecenderungan bermain media sosial. Lalu, bagaimana cara melakukan social media break?
Social media break atau beristirahat sejenak dari dunia maya dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.
- Membatasi penggunaan smartphone
Membatasi diri dari smartphone mungkin sedikit sulit dilakukan, apalagi bagi orang yang memiliki waktu luang atau pengguna smartphone untuk bekerja. Membatasi diri dari penggunaan smartphone dapat kamu lakukan dengan menggunakan waktu luang untuk mengerjakan aktivitas, seperti membaca buku, melakukan hobi, atau berkumpul dengan keluarga.
- Menetapkan aturan penggunaan smartphone
Cara paling efisien untuk melakukan social media break adalah dengan menetapkan aturan penggunaan smartphone. Sebagai contoh, kamu dapat membagi total satu jam bermain smartphone dalam beberapa sesi. Sebaiknya hindari kebiasaan bermain smartphone saat hendak tidur karena dapat mengganggu jam tidurmu. Selain itu, kamu juga dapat membuat aturan area mana saja di rumah yang tidak diperbolehkan untuk bermain smartphone. Area tersebut misalnya, di ruang TV atau ruang makan agar fokus berkumpul bersama keluarga.
- Mematikan notifikasi media sosial
Matikan notifikasi semua media sosial agar kamu tidak tergoda untuk melihat update terbaru di media sosialmu, kecuali akun tersebut digunakan untuk kebutuhan belajar. Sebaiknya atur aplikasi apa saja yang dipasang di tampilan depan smartphone. Usahakan pasang hanya yang diperlukan saja.
Nah, sudahkah kamu menerapan social media break? Sebaiknya jangan bermain smartphone secara berlebihan ya. Selain untuk mencegah ketergantungan, kamu juga perlu lebih banyak fokus membangun hubungan baik di kehidupan nyata.
Endah Dwi Atmajati
Sumber:
https://www.gramedia.com/literasi/merasa-social-media-telah-menjadi-toxic-atasi-dengan-cara-ini/, diakses 12 Desember 2022
